Winner
Jhonson adalah sosok pria yang telah dibesarkan dalam lingkungan yang
keras dari kecil. Dalam kesehariannya, ia melihat bagaimana orang
dibacok, orang dikejar-kejar dan berkelahi. Atas hal itulah, Winner belajar mempertahankan hidup dengan cara yang keras.
Sejak
kecil Winner Johnson sudah ditinggal ayahnya yang pergi dengan wanita
lain. Dibesarkan dengan kekecewanna tanpa figur ayah, membuatnya
bertumbuh menjadi pribadi yang keras sejak remaja, suka dengan
musik-musik rock yang keras dan berisi hujatan terhadap Tuhan. Hal itu
timbul akibat kekecewaan yang mendalam terhadap apa yang ia percayai
dengan apa yang orang-orang ceritakan tentang Tuhan. Ia merasa bahwa
Tuhan bersikap tidak adil pada dirinya. "Saya memainkan lagu-lagu yang
liriknya seperti, "I am an anti Christ, I am an anarchy', saya lebih senang dengan pemberontakan," ujar Winner.