Kerja Lembur Adalah Penyumbang Terbesar Kerusakan Otak ?
Banyak yang bilang bahwa bekerja di malam hari atau lewat tengah
malam merupakan saat yang efektif. Sebab pada saat itu banyak yang
mengatakan bahwa pikiran Anda jadi lebih fokus Namun tahukah Anda bahwa kebiasaan tersebut dapat menjadi penyumbang kerusakan otak. Seperti
dilansir dari dailymail.co.uk, ketika Anda sering bekerja lembur
otomatis waktu Anda untuk tidur pun terganggu atau berkurang. Kemudian
berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of Pennsylvania
School of Medicine, ditemukan bahwa ketika Anda kurang tidur maka
tingkat kewaspadaan Anda akan berkurang sebab menurunnya produksi neuron
di otak.
"Ketika Anda tidur, otak Anda akan menghasilkan protein yang penting untuk produksi neuron. Neuron ini bermanfaat untuk meningkatkan fungsi otak menjadi lebih optimal. Namun apabila Anda kurang tidur, maka produksi neuron akan berkurang. Hal ini akan menyebabkan cedera otak, menurunnya daya ingat, dan berkurangnya kewaspadaan serta kecerdasan," jelas Dr Sigrid Veasey, salah seorang peneliti. Dia juga menambahkan bahwa kurang tidur juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan lainnya seperti penuaan dini, penyakit diabetes, dan meningkatnya risiko obesitas. Penelitian tersebut saat ini juga masih mengkaji apakah kerja lembur dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson atau tidak.
Sumber; merdeka.com
"Ketika Anda tidur, otak Anda akan menghasilkan protein yang penting untuk produksi neuron. Neuron ini bermanfaat untuk meningkatkan fungsi otak menjadi lebih optimal. Namun apabila Anda kurang tidur, maka produksi neuron akan berkurang. Hal ini akan menyebabkan cedera otak, menurunnya daya ingat, dan berkurangnya kewaspadaan serta kecerdasan," jelas Dr Sigrid Veasey, salah seorang peneliti. Dia juga menambahkan bahwa kurang tidur juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan lainnya seperti penuaan dini, penyakit diabetes, dan meningkatnya risiko obesitas. Penelitian tersebut saat ini juga masih mengkaji apakah kerja lembur dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson atau tidak.
Sumber; merdeka.com

0 comments:
Post a Comment