Jual Marlboro Ganja, Saham Phillip Morris Melejit 1.101 Persen
Rencana Philip Morris
memproduksi rokok Marlboro ganja langsung membuat harga saham
perusahaan tersebut melonjak mencapai 1.101 persen. Capaian ini menjadi
yang tertinggi dalam sejarah perusahaan. Dikutip dari
abriluno.com, kemarin, harga saham perusahaan saat ini telah melejit
mencapai USD 998 dari sebelumnya hanya USD 83,03. Phillip Morris
langsung bergerak cepat dengan mengeluarkan produk varian ganja usai
pemerintah Amerika Serikat melegalkan penggunaannya di Negara bagian
Washington dan Colorado tahun ini.
Wakil Presiden Pemasaran Philip Morris Serafin Norcik dalam wawancara mengatakan rokok itu akan dijual di gerai-gerai di Washington dan Colorado. Meski hanya di dua negara bagian, namun tidak mengurangi minat para investor menanamkan modalnya demi mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan. Produk yang rencananya bakal dikeluarkan tahun depan ini, lanjutnya, sudah melalui proses survei penjualan terlebih dahulu. Norcik menambahkan pihaknya juga sudah menghubungi mantan pemasok obat-obatan terlarang di Meksiko dan Paraguay untuk membuka jaringan distribusi di seantero Amerika Utara dan Selatan. Dua negara itu adalah produsen terbesar ganja di dunia. Fokus penjualan perusahaan pada produk ini juga tidak setengah hati. Terlihat dari perusahaan yang bakal menggelontorkan dana mencapai sekitar USD 15 miliar atau Rp 182 triliun untuk iklan.
Sumber: merdeka.com
Wakil Presiden Pemasaran Philip Morris Serafin Norcik dalam wawancara mengatakan rokok itu akan dijual di gerai-gerai di Washington dan Colorado. Meski hanya di dua negara bagian, namun tidak mengurangi minat para investor menanamkan modalnya demi mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan. Produk yang rencananya bakal dikeluarkan tahun depan ini, lanjutnya, sudah melalui proses survei penjualan terlebih dahulu. Norcik menambahkan pihaknya juga sudah menghubungi mantan pemasok obat-obatan terlarang di Meksiko dan Paraguay untuk membuka jaringan distribusi di seantero Amerika Utara dan Selatan. Dua negara itu adalah produsen terbesar ganja di dunia. Fokus penjualan perusahaan pada produk ini juga tidak setengah hati. Terlihat dari perusahaan yang bakal menggelontorkan dana mencapai sekitar USD 15 miliar atau Rp 182 triliun untuk iklan.
Sumber: merdeka.com

0 comments:
Post a Comment