Apes, Uang Rp 394 Juta Dibakar Istri Pelupa
Ini pelajaran bagi pengusaha yang masih tidak percaya dengan bank dan menyimpan uang di rumah mereka. Adalah Wang Bin, 39 tahun, pengusaha konstruksi di Kota Shaoshan,
Provinsi Hunan Tengah, Tiongkok, yang harus merelakan uang gaji untuk
pegawainya hangus dibakar istrinya sendiri, Hao Bin, 35 tahun. Dikutip Dream.co.id dari Mirror.co.uk, Selasa 10
Maret 2015, kejadian berawal saat Hao menyimpan uang gaji pegawai
suaminya senilai 20 ribu poundsterling atau sekitar Rp 395 juta di dalam
tungku.
Keesokan harinya, Hao lupa dan langsung menyalakan api di tungku untuk membuat air teh. Saat menambahkan kayu, Hao melihat plastik pembungkus uang hampir terbakar seluruhnya. Kaget, Hao langsung berusaha mematikan api.
Namun Hao terlambat menyelamatkan uang yang sebagian besar sudah rusak dan hangus terbakar. Melihat kejadian tersebut, Wang hanya bisa pasrah dan memilih memaafkan istrinya. "Ini memang musibah. Istriku sangat terpukul, tapi aku memaafkannya. Kami akan baik-baik saja," ujar Wang. "Kami belum mengupah diri kami. Tapi saya harus membayar para pegawai. Jadi kami pinjam uang dari teman dan saudara. Kami bermaksud menyimpannya di tempat aman sehari sebelum membagikannya," terang Wang.
Hao yang merasa bersalah segera membawa sisa uang yang sebagian hangus itu ke bank. Namun Hao diberitahu bahwa pihak bank tidak bisa mengganti uang tersebut dengan yang baru jika bagian uang yang terbakar sudah lebih dari separuh bagian. Meski termasuk negara yang sudah maju, sebagian besar penduduk Tiongkok masih tidak mempercayai bank. Mereka lebih memilih menyembunyikan uangnya di sekitar rumah mereka.
Sumber: dream.co.id
Keesokan harinya, Hao lupa dan langsung menyalakan api di tungku untuk membuat air teh. Saat menambahkan kayu, Hao melihat plastik pembungkus uang hampir terbakar seluruhnya. Kaget, Hao langsung berusaha mematikan api.
Namun Hao terlambat menyelamatkan uang yang sebagian besar sudah rusak dan hangus terbakar. Melihat kejadian tersebut, Wang hanya bisa pasrah dan memilih memaafkan istrinya. "Ini memang musibah. Istriku sangat terpukul, tapi aku memaafkannya. Kami akan baik-baik saja," ujar Wang. "Kami belum mengupah diri kami. Tapi saya harus membayar para pegawai. Jadi kami pinjam uang dari teman dan saudara. Kami bermaksud menyimpannya di tempat aman sehari sebelum membagikannya," terang Wang.
Hao yang merasa bersalah segera membawa sisa uang yang sebagian hangus itu ke bank. Namun Hao diberitahu bahwa pihak bank tidak bisa mengganti uang tersebut dengan yang baru jika bagian uang yang terbakar sudah lebih dari separuh bagian. Meski termasuk negara yang sudah maju, sebagian besar penduduk Tiongkok masih tidak mempercayai bank. Mereka lebih memilih menyembunyikan uangnya di sekitar rumah mereka.
Sumber: dream.co.id

0 comments:
Post a Comment