Tentang Blog

LightBlog

Breaking

Senin, 03 November 2014

Di desa ini, Kotoran Binatang Dipercaya Bisa Sembuhkan Kanker !

Membayangkan kotoran binatang saja rasanya membuat banyak orang tak selera makan, apalagi membayangkan untuk memakannya. Namun tampaknya tidak demikian untuk warga di Xiangtan, sebuah pedesaan China. Mereka percaya bahwa kotoran binatang yang dicampur dengan air sangat efektif untuk menyembuhkan kanker. Bahkan saat ini, lusinan kepala keluarga membuat seduhan kotoran binatang dua kali sehari untuk mengobati kanker.

Minuman yang diklaim ampuh untuk menyembuhkan kanker itu terdiri atas kotoran sapi dan kambing yang dicampur dengan air hangat. Lantas, bagaimana awal mulanya hingga seduhan kotoran binatang ini dianggap bisa menyembuhkan kanker?


Semua berawal dari anak salah seorang warga yang didiagnosis mengalami kanker paru-paru dan divonis tak bisa hidup lama. Putranya kemudian menemukan sebuah sumber yang mengatakan bahwa campuran kotoran binatang dan air bisa menyembuhkan kanker. Dia lalu mencobakan 'ramuan' itu pada ibunya.

Mengejutkan, karena delapan bulan setelah minum seduhan pupuk kandang itu, sang ibu masih hidup dan mengalami peningkatan kesehatan. Mereka pun menyebarkan kisah ini dan membuat warga lainnya mencoba meminumnya untuk mencegah kanker, seperti dilansir oleh Xinhua.JP dalam Rocketnews24 (31/10)

Ramuan tersebut dibuat dengan kotoran sapi dan kambing yang dikumpulkan di gunung dan bukit sekitar desa. Kotoran itu dikeringkan, digoreng, kemudian dihaluskan hingga menjadi serbuk. Serbuk ini kemudian dicampur dengan air hangat dan diminum dua kali sehari, pada pagi dan malam.



Lalu, apakah benar wanita itu sudah sembuh dari kanker paru-parunya? Hingga saat ini tak ada konfirmasi apakah wanita tersebut kembali memeriksakan diri ke dokter. Jadi tak diketahui apakah seduhan pupuk kandang itu benar-benar membuat kankernya menghilang. Karenanya, minum seduhan kotoran sangat tidak direkomendasikan jika Anda ingin mencegah atau menyembuhkan kanker.

Sumber: merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar