Tentang Blog

LightBlog

Breaking

Sabtu, 11 Oktober 2014

Ketahuan Hendak Perkosa Remaja, Penis Pria Dipotong Massa

Pria bejat 40 tahun asal Kota Ganganagar, India ini kena batunya. Aksinya memerkosa gadis muda dipergoki massa. Warga yang mengamuk tak cukup puas hanya menghajar lelaki itu, mereka bahkan memotong penis si pemerkosa, seperti dilansir Daily Star, Jumat (10/10). Mulanya pelaku tak disebut namanya ini sukses menyekap sang gadis di sebuah gang, lalu hendak memerkosanya. Beruntung, seorang warga melihat lalu memanggil orang lain.

Massa yang berkumpul langsung menghajar si pelaku. Sebagian yang baru datang, membawa pentungan. Tak puas main hakim sendiri nyaris sejam, masyarakat menyeret pria pemerkosa itu ke toko daging.
Di saat itulah, entah siapa, ada yang meraih pisau daging lalu memotong penis lelaki hidung belang ini. Si pelaku, dengan wajah babak belur, kaget saat mengetahui 'perkakas'-nya sudah hilang. Bukannya kesakitan, dia malah melongo karena tak mengira massa bakal bertindak senekat itu.

Warga setempat bernama Aamir Dhawan mengaku turut main hakim sendiri. Dia tidak tahu siapa yang tega menebas penis si pemerkosa, karena situasi sudah hiruk pikuk.

Tapi Aamir menilai pria itu pantas diperlakukan demikian. Warga Ganganagar sudah muak mendengar berita perkosaan terjadi di India.

"Sudah terlalu banyak kasus penyerangan terhadap wanita di negara ini. Terlalu sering kita dengar perempuan diperkosa, digantung, disiksa, ini saatnya semua itu dihentikan. (Pemotongan penis) ini mengirim pesan kuat buat semua pemerkosa, kalau kamu nekat berbuat, maka kamu bakal dapat ganjarannya," kata Aamir.

Adapun polisi tidak sepakat massa memotong penis si pemerkosa. Petugas keamanan kini mencari siapa pelaku yang mengambil pisau daging pertama kali.

"Warga tidak bisa main hakim sendiri. Kami berharap pelaku menyerahkan diri sebelum polisi bergerak lebih dulu," kata polisi setempat yang tidak disebut namanya.

Di sisi lain korban, walau dibantu banyak orang lolos dari perkosaan, dikabarkan masih trauma. Gadis itu kini mendapat bantuan psikolog.

Sumber: merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar