Sebelum Pakai Paylater untuk Gaya Hidup, Cek Tips Ini Dulu
Skema pembayaran ini kerap dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, seperti membeli ponsel keluaran terbaru, produk makeup, aksesori, hingga pakaian bermerek. Namun, kemudahan tersebut berpotensi memicu perilaku belanja impulsif. Nominal cicilan yang terlihat kecil sering kali mengecoh konsumen, hingga mereka tergiur membeli barang di luar kemampuan finansial. Gagal membayar cicilan tepat waktu dapat berdampak buruk. Penyedia BNPL akan melaporkan tunggakan ke biro kredit yang berujung pada penurunan skor kredit. Akibatnya, Anda bisa kehilangan berbagai fasilitas seperti cashback, bonus, hingga akses pinjaman di masa depan.
Sebagian besar penyedia BNPL hanya melakukan pengecekan kemampuan finansial secara minimal. Mereka tidak mengetahui pasti kondisi keuangan pengguna yang sebenarnya. Meski pengajuannya terasa mudah di awal, tunggakan cicilan di kemudian hari justru bisa membebani Anda dengan risiko penagihan yang agresif.
Tips Hindari Masalah Paylater
Agar terhindar dari masalah finansial, perhatikan beberapa tips berikut sebelum menggunakan layanan BNPL:
Tetapkan Batas Kemampuan: Tentukan batas maksimal pinjaman sesuai dengan kondisi keuangan agar tidak terjebak utang.
Gunakan Satu Layanan: Hindari mengaktifkan beberapa aplikasi BNPL sekaligus agar pembayaran tagihan tidak menumpuk dan membingungkan.
Buat Anggaran Tagihan: Catat seluruh pos pengeluaran secara terperinci, mulai dari kebutuhan pokok, tagihan rutin, hingga cicilan BNPL.
Hubungkan ke Kartu Debit: Pilih metode pembayaran otomatis (autodebit) dari rekening tabungan pribadi agar tagihan langsung terbayar tanpa perlu menumpuk bunga.
Sebelum memutuskan menggunakan BNPL, pastikan Anda benar-benar mampu melunasinya tepat waktu serta telah membaca seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku.
Sumber: merdeka.com

0 comments:
Post a Comment