Tentang Blog

LightBlog

Breaking

Selasa, 28 Oktober 2014

Ratusan Warga Demo Minta FPI Diusir Dari Tulungagung

Ratusan warga Tulungagung yang tergabung dalam komunitas warung kopi dan tempat hiburan berdemonstrasi menentang pendirian Front Pembela Islam (FPI) di daerahnya, Selasa (28/10). Seperti yang dilansir oleh Antara, massa yang berjumlah sekitar 250 orang itu tiba di depan gedung Pemkab Tulungagung, Jalan Ahmad Yani Barat, sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung berorasi penolakan terhadap FPI.

Ratusan petugas dari Kepolisian Resor Tulungagung bekerja sama dengan dengan jajaran polsek aktif mengawal jalannya demo tersebut. Demo itu berdekatan dengan digelarnya seminar atau "holaqoh" Aswaja oleh FPI Tulungagung.

Massa yang hadir datang dengan membawa spanduk, bendera, serta "slayer" berisi simbol serta tulisan penentangan terhadap organisasi sosial keagamaan yang dinilai kerap membikin gerakan kekerasan di sejumlah wilayah Indonesia tersebut.

"Tidak ada tempat untuk FPI di Tulungagung. Batalkan (deklarasi) atau kita akan lawan," teriak Koordinator Aliansi Masyarakat Tulungagung Cinta Damai (AMTCD), Raga Waluyo dalam orasinya.

Hingga setengah jam berdemo di depan gedung pemkab, massa terus berdatangan dari berbagai wilayah dengan dikawal kendaraan patroli polisi. Perwakilan Aliansi Masyarakat Tulungagung Cinta Damai (AMTCD) kemudian masuk gedung pemkab untuk melakukan dialog dengan Bupati Syahri Mulyo. Dalam kesempatan sebelumnya juga sudah mewacanakan ketidaksepakatan terhadap rencana deklarasi maupun pembentukan FPI di Tulungagung.

"Bapak polisi, Bapak Bupati, jangan biarkan FPI berdiri di sini. Demi keamanan dan ketentraman daerah kita yang selama ini 'guyub rukun' dan cinta damai," seru orator lain melalui pengeras suara.

Disaat ratusan komunitas warung kopi, kafe remang-remang dan tempat hiburan se-Tulungagung beraksi di depan gedung pemkab, FPI Tulungagung pada saat yang sama menggelar seminar yang dikemas dalam bentuk "holaqoh" Aswaja bekerja sama dengan PCNU Tulungagung di gedung Balai Rakyat setempat.

Hingga berita ini dibuat, demo masih terus berlangsung. Massa juga kembali bergerak dari halaman gedung pemkab setempat menuju DPRD Tulungagung untuk menyampaikan aspirasi yang sama.

Sumber: merdeka.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar