Ini 5 Tantangan yang Dihadapi Jika Pacar Berbeda Keyakinan

10.46.00
Jika masalah terbesar yang dihadapi kebanyakan pasangan adalah sifat yang berbeda, perbedaan tujuan, atau ketidakcocokan dalam pemikiran. Namun masalah seperti ini hanya riak kecil bagi pasangan yang berbeda agama. Bagi pasangan yang memiliki keyakinan berbeda ada masalah mendasar yang tidak bisa dielakkan.  Berhubungan dengan seseorang yang memiliki keyakinan berbeda akan menjadi tantangan tersendiri. Perbedaan yang sangat mendasar ini akan menghadirkan berbagai masalah. Berikut ini beberapa masalah yang kemungkinan besar dihadapi jika memutuskan untuk berpacaran dengan orang yang berbeda keyakinan, kami rangkum dari Your Tango.

1. Orangtua tidak setuju
Masalah pertama yang harus dihadapi oleh pasangan beda agama begitu hubungan mencapai tahap yang lebih serius adalah ketidaksetujuan orang tua atas hubungan tersebut. Karena kita hidup di Indonesia di mana agama dan keyakinan merupakan aspek penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, maka pasangan dengan perbedaan keyakinan yang menikah sedikit banyak akan mendapatkan tantangan yang lebih besar dari lingkungan sekitar jika dibandingkan dengan pasangan beda keyakinan di negara-negara liberal yang menjalani prinsip sekularisme.

2. Perbedaan dalam prinsip hidup yang mendasar
Kalaupun pasangan berbeda agama sanggup menghadapi tantangan dari orang-orang sekitar, terutama keluarga, ujian yang sebenarnya justru muncul dari pasangan itu sendiri. Saat menghadapi permasalahan bersama, karena keduanya dibesarkan dengan nilai dan aturan agama yang berbeda, biasanya akan timbul perbedaan pendapat dalam cara menyelesaikan masalah. Dan perbedaan ini tidak mudah disatukan karena masing-masing berangkat dari nilai-nilai bersifat prinsipil yang berbeda, tidak seperti ketika pasangan berselisih karena perbedaan sifat yang bisa dikompromikan dengan mudah.

3. Kemungkinan putus
Hubungan yang dijalani oleh dua orang dengan keyakinan yang berbeda sangat rentang putus. Karena tantangan yang akan dihadapi umumnya lebih besar daripada hubungan biasa, biasanya sejak awal menjalani hubungan salah satu atau kedua belah pihak sudah mempersiapkan diri dengan risiko putus. Dan pemikiran seperti ini menyebabkan perkembangan dalam hubungan sulit dicapai. Umumnya hubungan seperti ini akan jalan di tempat hingga bertahun-tahun.

4. Merasa bersalah
Ketika menjalin hubungan dengan pasangan yang berbeda keyakinan dengan kita, biasanya ada rasa bersalah yang menghantui, meskipun sedikit dan Anda berhasil menekannya. Pasalnya sejak kecil dalam benak Anda sudah ditanamkan bahwa keyakinan Anda adalah yang paling benar, dan Anda diharapkan untuk mencari seseorang yang memegang keyakinan sama.

5. Sulit berbaur dengan keluarga besar
Salah satu hal yang juga bisa menjadi sumber masalah bagi kelangsungan hubungan pasangan beda keyakinan adalah kesulitan untuk berbaur dengan keluarga dari kedua belah pihak. Secara tidak langsung, ini akan membuat Anda dan pasangan sedikit banyak merasa terkucil dalam keluarga besar.

Sumber: merdeka.com

Share this :

Previous
Next Post »

close
close