Jumat, 24 Januari 2014

Belajar Mengasihi Tuhan dari Kehidupan Yudas

  Eko Sutrisno       Jumat, 24 Januari 2014
Keluarga baru yang mempunyai anak, biasanya mengambil nama-nama dari dalam Alkitab, namun nama Yudas bisa dikatakan tidak pernah dipakai. Padahal arti nama Yudas tidak kalah bagusnya dengan nama lain. Dalam bahasa Ibrani, Yudas yaitu Yehuda atau Judah yang berarti terpujilah Allah. Iskariot sendiri bukanlah nama belakang keluarga, namun dari kata Ibrani isy qeriyot, yang berarti orang Keriot. Di dalam Alkitab, ada delapan orang yang bernama Yudas yang disebutkan, yakni anak Yakobus keempat, leluhur Yesus Kristus, pemberontak di Galilea, orang Yahudi dari Damaskus, seorang nabis di Yerusalem yang juga dipanggil Barnabas, murid Yesus Kristus yang juga bernama Tadeus, saudara Yesus Kristus, dan Yudas Iskariot.



Kota Keriot adalah sebuah kota di Yudea, 12 mil sebelah selatan Hebron. Karena Yudas Iskariot berasal dari sana, maka dia menjadi satu-satunya murid Yesus yang berasal dari Yudea, sementara kesebelas rasul lainnya berasal dari Galilea. Yesus tidak sembarangan memilih 12 murid-Nya, Yesus melihat ada potensi yang luar biasa dalam diri Yudas. Yudas diberkati karena hidup sejaman dengan Yesus, melihat Yesus muka dengan muka dan mengenal-Nya secara pribadi. Dari ribuan orang, dia terpilih menjadi salah satu murid-Nya dan menyandang gelar rasul. Sebagai murid, dia diajar langsung oleh Yesus. Dia melihat dengan mata kepala sendiri mujizat yang dilakukan Yesus. Bahkan dia juga diperlengkapi Yesus agar memberitakan Injil Kerajaan Sorga sehingga mujizat juga terjadi dalam pelayanan Yudas. Dia pun dipercayakan sebagai bendahara, suatu posisi yang tentu Yesus tahu Yudas berpotensi.


Kesimpulannya, Yudas Iskariot adalah orang yang sangat diberkati, tapi bagaimana mungkin dia bisa jatuh dan mengkhianati Yesus? Ada motif pengkhianatan Yudas di baliknya yaitu kekecewaannya tentang Mesias yang diharapkan.


Para sarjana ada yang berpendapat bahwa nama Iskariot itu berasal dari Sicariot/Sicarii yaitu sebuah kelompok nasionalis fanatik Revolusi Yahudi yang sangat membenci Roma. Mereka mengharapkan Mesias akan menjadi pemimpin revolusi mereka untuk menggulingkan kerajaan Roma yang menjajah orang Yahudi. Yudas membayangkan Yesus akan menjadi pemimpin revolusi yang luar biasa, namun ternyata Yesus malah tenang-tenang saja. Yudas kecewa karena Yesus bukan Mesias yang mengangkat senjata memimpin revolusi tetapi Mesias yang justru mengajarkan kasih, memberkati musuh, bahkan menyembuhkan anak seorng perwira Romawi musuh Yahudi. Dalam kekecewaannya, Yudas menyerahkan Yesus. Uang membuat Yudas menjadi gelap mata dan mengkhianati Yesus. Uang bisa membuat orang melakukan apapun. Memang kita butuh uang, pelayanan juga butuh uang, kita juga suka uang tapi jangan sampai jatuh cinta padanya dan semua pertimbangan melulu tentang uang, tidak ada yang lain.


Apapun motif pengkhianatan Yudas, akar masalah yang membuatnya berkhianat adalah karena dia tidak sungguh-sungguh hidup bagi Kristus selama kurang lebih 3,5 tahun bersama-Nya. Jika Yudas benar-benar menyerahkan hidupnya bagi Kristus, dia pasti jadi rasul yang luar biasa. Petrus tidak lebih baik dari Yudas, dia pun mengkhianati Yesus. Matius adalah pemungut cukai yang juga cinta uang, dia memungut pajak lebih tinggi dari yang seharusnya tapi dia berubah. Sayangnya, Yudas tidak sungguh-sungguh memberikan hidupnya bagi Yesus. Tidak semura oang bisa memperoleh kesempatan seperti Yudas peroleh, tapi pada akhirnya dia menjadi orang yang buntung dan terkutuk. Tidak peduli berapa lama kita mengenal Yesus, pertanyaannya adalah apakah kita sudah sungguh-sungguh hidup bagi Tuhan?


Kita hidup di akhir jaman, tidak lama lagi Dia datang, maka mari kita hidup lebih sungguh-sungguh lagi buat Tuhan. Mari belajar dari hidup Yudas Iskariot, jangan kita mengalami seperti dia. Manfaatkan semua kesempatan dan kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita untuk hormat dan memuliakan Tuhan. Mari hidup lebih sungguh-sungguh lagi buat Tuhan.

Sumber: jawaban.com
logoblog

Thanks for reading Belajar Mengasihi Tuhan dari Kehidupan Yudas

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar