Wanita ini Bisa Mati Hanya Karena Membuka Buku Berdebu !
Kirsty Ashman, seorang wanita Inggris berusia 22 tahun, mungkin tampak
seperti wanita kebanyakan. Namun tak ada yang tahu bahwa wanita ini bisa
saja mati mendadak setelah membuka sebuah buku berdebu. Itu karena
Kirsty diketahui memiliki alergi debu yang fatal dan mematikan. Kirsty
bahwa dipaksa untuk meninggalkan universitas dan berhenti kuliah karena
alergi yang dideritanya itu. Pasalnya Kirsty harus sangat berhati-hati
agar tak terkena sedikit pun debu. Padahal tentu saja debu ada di
mana-mana, tak hanya di buku, tetapi juga di lorong gedung kuliah, papan
tulis, meja dan kursi, dan di hampir semua tempat. Wanita ini
bahkan pernah dilarikan ke rumah sakit setelah mencoba belajar di
perpustakaan. Dia mengalami serangan asma yang berbahaya hanya ketika
mencoba membuka buku perpustakaan yang berdebu, seperti dilansir oleh Daily Mail (10/12).
Karena penyakitnya ini, Kirsty bahkan dipaksa untuk berhenti dan menyerah pada cita-citanya untuk menjadi guru bahasa Inggris. Meski hal ini sangat membuatnya putus asa, namun Kirsty mengetahui bahwa yang terpenting adalah kesehatannya. "Alergi sangat parah hingga aku harus hidup dengan ketakutan yang besar pada perpustakaan. Bahkan hanya karena sedikit debu aku bisa mengalami serangan asma yang hampir membuatku terbunuh karena saluran pernapasan yang tertutup," ungkapnya.
Kirsty mengaku sudah mencoba menghindari tempat-tempat berdebu, namun sangat sulit melakukannya. Ini karena semua tempat hampir memiliki debu, dan yang paling parah ada perpustakaan yang memiliki banyak buku berdebu. Dalam waktu dua tahun saja, Kirsty telah mengalami 15 serangan asma yang mematikan akibat debu, rumput, serbuk sari, bulu binatang, dan jamur. Tak hanya perpustakaan, toilet juga bisa menjadi tempat yang berbahaya baginya karena Kirsty juga alergi pada zat kimia dalam produk pembersih yang digunakan pada toilet.
Meski begitu, Kirsty mengaku tak akan menyerah untuk menjadi guru bahasa Inggris hanya karena tak bisa kuliah. Dia akan belajar sendiri di rumah dengan buku-buku yang baru dan tidak berdebu. Menurutnya, buku-buku baru memiliki jumlah debu yang lebih sedikit, sehingga tak akan berbahaya.
Sumber: merdeka.com
Karena penyakitnya ini, Kirsty bahkan dipaksa untuk berhenti dan menyerah pada cita-citanya untuk menjadi guru bahasa Inggris. Meski hal ini sangat membuatnya putus asa, namun Kirsty mengetahui bahwa yang terpenting adalah kesehatannya. "Alergi sangat parah hingga aku harus hidup dengan ketakutan yang besar pada perpustakaan. Bahkan hanya karena sedikit debu aku bisa mengalami serangan asma yang hampir membuatku terbunuh karena saluran pernapasan yang tertutup," ungkapnya.
Kirsty mengaku sudah mencoba menghindari tempat-tempat berdebu, namun sangat sulit melakukannya. Ini karena semua tempat hampir memiliki debu, dan yang paling parah ada perpustakaan yang memiliki banyak buku berdebu. Dalam waktu dua tahun saja, Kirsty telah mengalami 15 serangan asma yang mematikan akibat debu, rumput, serbuk sari, bulu binatang, dan jamur. Tak hanya perpustakaan, toilet juga bisa menjadi tempat yang berbahaya baginya karena Kirsty juga alergi pada zat kimia dalam produk pembersih yang digunakan pada toilet.
Meski begitu, Kirsty mengaku tak akan menyerah untuk menjadi guru bahasa Inggris hanya karena tak bisa kuliah. Dia akan belajar sendiri di rumah dengan buku-buku yang baru dan tidak berdebu. Menurutnya, buku-buku baru memiliki jumlah debu yang lebih sedikit, sehingga tak akan berbahaya.
Sumber: merdeka.com

0 comments:
Post a Comment