Sebagai peternak pemula, agak malu sebenarnya menulis masalah ini. Tapi
ini hanya sekedar berbagi.
Semua bermula kecerewetan istri, beternak ayam kok selalu rugi. Dia
protes karena biaya perawatan ayam lebih mahal dari jatah uang untuk
istri dan anak saya. Mungkin karena kasihan, istri ikut cari solusi agar
ternak ayam tak selalu rugi. Diskusi awal antara saya dan istri, menyimpulkan cara ternak yang saya
lakukan selama ini salah yaitu membeli beberapa ekor pitik pada
peternak, kemudian saya besarkan. Tapi setelah dewasa, kwalitasnya hanya
untulan, dibawa ke pasar hanya laku seratus ribu. Padahal biaya pakan
dan rawatan selama 10 bulan, saya hitung bisa mencapai 300 ribu perekor.
Tekor Bandar.
Istri saya usul, agar saya membeli pejantan dan babon untuk diternak
sendiri. Dia merelakan sedikit tabungannya buat memulai modal awal lagi.
Saya pun bergerilya cari pejantan, lalu seorang kawan, menyarankan agar
saya mencari bakal pejantan di kalangan. Cari ayam jago yang kalah tapi
tidak sampai keok buat dijadikan pejantan. Nasib saya lagi mujur, dapat
seekor pejantan dengan harga miring 150. Untuk babon saya dikasih paman.
Ternak pun di mulai.
Setelah menetas, istri saya bilang harus menekan biaya perawatan tanpa
merusak hasil akhir. Saya pun mendatangi beberapa peternak, pura-pura
mau membeli sambil Tanya cara mereka merawat ayam.
Akhirnya, ada cara yang saya anggap sangat murah, tapi tidak merusak
hasil ternakan yaitu tiap lima ekor pitik jantan dimodali 200 ribu untuk
pembelian pakan selama tujuh bulan. Sementara untuk pitik betina,
dirawat seperti ayam kampong biasa tidak diberi makan konsentrat.
Cara ini sebenarnya hasil pemikiran istri saya, heeeee…. Dia bilang,
dengan 200 ribu, lima ekor pitik bisa tumbuh dewasa secara baik. Kok
bisa, hitungannya yaitu sepekan lima ekor pitik hanya dijatah 1 kilo
voor. Agar cukup pemberian makan harus ditakar dan terjadwal dua kali
sehari pagi dan sore atau malam.
Pemberian voor ekslusif hanya selama tiga bulan, di usia empat bulan,
setelah makan pagi ayam diumbar bebas dan baru sore harinya diberi makan
voor lagi. Selama diumbar ayam sesekali diberi makan jagung, untungny
jagung tidak usah beli.
Sepanjang 2011 saya mempraktekkan ini, untuk 20 ekor ayam modalnya 800
ribu. Mulai dari bulan Februari sampai bulan agustus usianya 7 bulan,
alhamdulilah rata-rata ayam saya ukuran delapan ada juga yang ukuran
tujuh. Setelah itu ayam mulai dirawat, diberi makan jagung, dimandiin
dan diberi jamu. Pada bulan oktober ayam sudah bisa diabar.
Alhamdulilah, dari 20 ekor, sudah laku 15 ekor, untuk pasaran orang
desa, harga ayam saya lumayan berkisar antara 250 hingga 350 ribu.
Untungnya lumayan, karena modal setiap ekor ayam dibawah 50 ribu.
Saturday, 9 November 2013
Home »
Kumpulan Info tentang Ayam
» Tips Menghemat Pakan Ayam Bangkok Ternak
Tips Menghemat Pakan Ayam Bangkok Ternak
Eko Sutrisno | Saturday, 9 November 2013
No comments:
Post a Comment