Pengacara: Novi Stres Mikirin Mau Dipenjara dan Ditelanjangi
Novi Amalia, model seksi majalah dewasa kembali mengamuk di
Polsek Menteng dan Polres Jakarta Pusat usai dugem di klub malam
Stadium, Jakarta Barat. Pengacara Novi, Rangga Lukita Desnata mengaku
sudah mengetahui keadaan kliennya tersebut. "Udah denger. Yang
pasti menimpa mbak Novi dari awal tidak lepas dari beban yang dipikul.
Dia masih mengkhawatirkan soal sidang dan tuntutan jaksa 2,5 tahun.
Karena Novi selama ini curhat ke kami, dia mikirin mau dipenjara dan
ditelanjangin," ujar Rangga ketika dihubungi wartawan, Senin (18/11).
Rangga menuturkan, pihaknya telah melayangkan surat permohonan kepada hakim untuk tidak melanjutkan persidangan sampai kondisi mental Novi membaik. Dia meminta hakim untuk mengeluarkan keputusan agar Novi dirawat di rumah sakit mental hingga sembuh. "Kami sudah membuat permohonan kepada hakim supaya persidangan dihentikan dengan ketetapan sidang tidak layak dilanjutkan. Hakim mempunyai hak untuk menghentikan persidangan," jelasnya.
Menurut Rangga, kliennya selama ini memang masih menjalani perawatan di RSKO namun rumah sakit tersebut tak memiliki pegawai untuk mengawasi Novi di luar RSKO. "Kami dari awal meminta jaksa, polisi, dan hakim untuk menghentikan persidangan. Karena persidangan terlalu berlarut-larut sehingga mengguncang kejiwaan novi. Kalau bisa novi dibawa ke lembaga psikologi," kata dia.
Sumber: merdeka.com
Rangga menuturkan, pihaknya telah melayangkan surat permohonan kepada hakim untuk tidak melanjutkan persidangan sampai kondisi mental Novi membaik. Dia meminta hakim untuk mengeluarkan keputusan agar Novi dirawat di rumah sakit mental hingga sembuh. "Kami sudah membuat permohonan kepada hakim supaya persidangan dihentikan dengan ketetapan sidang tidak layak dilanjutkan. Hakim mempunyai hak untuk menghentikan persidangan," jelasnya.
Menurut Rangga, kliennya selama ini memang masih menjalani perawatan di RSKO namun rumah sakit tersebut tak memiliki pegawai untuk mengawasi Novi di luar RSKO. "Kami dari awal meminta jaksa, polisi, dan hakim untuk menghentikan persidangan. Karena persidangan terlalu berlarut-larut sehingga mengguncang kejiwaan novi. Kalau bisa novi dibawa ke lembaga psikologi," kata dia.
Sumber: merdeka.com

0 comments:
Post a Comment