Tentang Blog

LightBlog

Breaking

Minggu, 06 Maret 2016

Sulit Mengakses Website? Flush DNS Bisa Menjadi Solusi

Dari sekian masalah kegagalan sambungan internet, Flush DNS merupakan bagiannya. Hal ini dikarenakan masa cache yang sudah expired belum terganti oleh cache baru. Beberapa langkah singkat dapat Anda lakukan untuk mengatasinya, baik berbasis browser ataupun pada sistem operasi. Pada artikel kali ini, Penulis berbagi pengetahuan tentang Flush DNS, Apa dan kenapa? Anda bisa menemukannya pada tulisan kali ini.

DNS Cache

Merupakan sebuah database kecil tempat penyimpanan seluruh alamat IP yang telah diakses menggunakan perangkat komputer Anda. Pada sisi komputer client, tujuannya tidak lain adalah kemudahan akses pada sebuah server website. Sedangkan pada server, hal ini akan mengurangi beban akses ketika server diakses secara bersamaan. Umumnya, setiap cache tersimpan akan memiliki TTL (Time To Live). Yaitu sebuah nilai waktu hidup sebuah cache sebelum tergantikan oleh cache baru. Penggunaan teknologi cache memiliki manfaat seperti penulis sebutkan sebelumnya. Namun, terdapat sisi kekurangan lain dari teknologi ini perlu Anda ketahui diantaranya :
  • Waktu propagasi, Dimana waktu rentang antara perubahan cache lama dan baru. Penulis mengambil contoh penjelasan dari Wikipedia. Jika seorang administrator telah mengatur TTL selama 6 jam untuk host www.wikipedia.org, kemudian mengganti alamat IP dari www.wikipedia.org pada pukul 12:01, administrator harus mempertimbangkan bahwa ada (paling tidak) satu individu yang menyimpan cache jawaban dengan nilai lama pada pk 12:00 yang tidak akan menghubungi server DNS sampai dengan pk 18:00. Periode antara pk 12:00 dan pk 18:00 dalam contoh ini disebut sebagai waktu propagasi (propagation time), yang bisa didefiniskan sebagai periode waktu yang berawal antara saat terjadi perubahan dari data DNS, dan berakhir sesudah waktu maksimum yang telah ditentukan oleh TTL berlalu. Terkadang beberapa kegagalan akan dapat Anda temui ketika melakukan akses pada website tersebut dalam propagation time, Karena resolver cache Anda masih menggunakan versi lama
  • Memungkinkan adanya DNS Poisoning, hal ini bisa pula terjadi mengingat adanya propagation time tadi. Bisa saja anda masih menggunakan cache dengan pengaturan sedemikian rupa, otomatis jika Anda login pada fake website password dan akun anda akan dimiliki.
Maka pada bagian inilah, flushing dns akan menjadi sangat berguna bagi perangkat komputer milik Anda.

Flushing DNS

Secara definitif, flush diartikan siraman atau membersihkan. Menurut Penulis, hal ini perlu dilakukan untuk membersihkan segala cache pada browser maupun komputer milik Anda. Langkah ini dilakukan untuk melakukan penghapusan pada cache lama, dan mendapatkan cache baru yang lebih baik. Sehingga minimal akan didapatkan keuntungan yaitu miss komunikasi akan terkurangi daripada sebelumnya. Penulis mencoba berbagi cara flush pada sistem operasi Linux, Windows, dan Mac OS serta browser.

Browser

Beberapa browser terkemuka sudah menyediakan fitur flush DNS pada sistemnya, Misalkan saja Google Chrome dan Mozilla Firefox. Bahkan beberapa plugin pun juga telah disediakan untuk melakukan flush DNS. Penulis kali ini mencoba melakukannya secara manual pada Google Chrome. Penulis mengawalinya dengan membuka aplikasi Google Chrome, ketikan “chrome://net-internals/#dns” maka list dari cache DNS pada browser akan ditampilkan.


DNSFlushChrome
Pada tabel tersebut akan terlihat bagian mana cache sedang aktif dan expired. keseluruhan cache bisa Anda dapatkan dengan melihat current state, pada bagian atas table. Namun yang perlu diperhatikan pula pada bagian ini adalah kesesuaian setting waktu dan tanggal komputer milik Anda dengan penyedia layanan. Pada penampilan tersebut, TTL diambil dari waktu pada server. Kalaupun waktu Anda berbeda, otomatis cache akan dianggap expired. Untuk melakukan flush dns, click pada tombol “Clear host cache“.
Otomatis ketika tombol tersebut Anda click, cache akan terhapus begitu saja. Dan Browser Anda akan kembali mendapatkan cache baru dari website yang Anda akses. Sedangkan untuk firefox, Anda lebih baik menggunakan Add-ons yang memang sudah disediakan oleh pengembang.

Sistem Operasi

Windows

Penulis mengawalinya dengan melakukan pengecekan dari DNS Cache pada Windows. Anda bisa melakukannya dengan Command Prompt pada Windows, ada baiknya Anda membukanya sebagai Administrator. Caranya buka menu – ketikan cmd atau command prompt – Run as Administrator. Atau Anda bisa menggunakan run (tombol windows + r) ketikan cmd. Ketika telah terbuka ketikan ipconfig/displaydns maka beberapa list cache dns akan ditampilkan


DNS Flush cmd
Untuk membersihkan cache tersebut, Anda hanya perlu mengetikan ipconfig/flushdns maka cache akan dibersihkan secara otomatis. Anda bisa melakukan pengecekan sekali lagi jika Anda kurang yakin pada perintah tersebut.

Linux

Penulis di sini menggunakan ubuntu 14.04.1. Untuk melakukan pembersihan DNS Cache pada Ubuntu, Anda bisa melakukannya dengan melakukan install aplikasi nscd. Nscd merupakan kependekan dari Name Service Caching Daemon. ketika di install, secara otomatis akan menjadi service autorun ketika ubuntu dihidupkan. Untuk melakukan install, Anda bisa mengetikan
?
1
sudo apt-get install nscd
Sedangkan untuk melakukan pembersihan DNS Cache pada ubuntu ada bisa menuliskan pada terminal
?
1
sudo /etc/init.d/nscd restart
Atau jika Anda aplikasi ini sudah Ada pada service sistem operasi, Anda dapat dengan mudah melakukan restart pada service nya dengan menggunakan perintah
?
1
sudo service nscd restart

Panduan manual nscd sudah ditulis secara lengkap pada halaman manual ubuntu, sehingga hal ini akan berguna bagi Anda yang ingin tahu lebih dalam.

Mac Os

Sama hal nya dengan kedua sistem lainnya, Anda bisa memulai dengan menggunakan terminal untuk melakukan pembersihan DNS Cache pada OSx. Akses terminal lewat utilites atau lewat search. ketikan dscacheutil -flushcache


DNS Flush Mac
Penulis disini menggunakan OSx Mavericks, Akan ada sedikit perbedaan pada tiap Sistem OSx yang Anda gunakan ketika melakukan aksi flushing cache
Flushing DNS pun terkadang berguna bagi Anda yang sedang mengembangkan website. Anda sudah melakukan pembersihan cache dan history namun perubahan belum nampak. Anda bisa melakukan hal ini, mungkin saja cache dns nya sedang bermasalah.

2 komentar: