Pemkab Kutai Timur Tawarkan Rp 10 Juta Agar PSK Insaf
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menawarkan uang
kompensasi sebesar Rp 10 juta untuk setiap Pekerja Seks Komersial (PSK)
yang bersedia meninggalkan lokalisasi Kampung Kajang. Menurut
Asisten Kesra Setkab Kutai Timur, H Mugeni, pemkab mengalokasikan
anggaran khusus diberikan kepada PSK di lokalisasi Kampung Kajang di
Desa Singa Geweh Sangatta Selatan supaya bersedia keluar dan
meninggalkan perbuatan maksiat itu. "Pemkab menawarkan kepada
setiap PSK sebesar Rp 10 juta asalkan bersedia meninggalkan lokalisasi
Kampung Kajang," kata Mugeni di ruang kerjanya, seperti diberitakan
Antara, Selasa (15/7).
Tawaran pemberian uang sebesar Rp 10 juta untuk tiap PSK itu, kata Mugeni, sudah disampaikan saat dilakukan pertemuan dan negosiasi dengan para pengelola dan PSK belum lama ini. "Ini karena memang upaya kita adalah untuk menutup secara permanen lokalisasi itu karena sudah berbaur dekat dengan permukiman penduduk," tegas Mugeni, sembari menambahkan hanya saja, tawaran itu belum diterima mereka dengan alasan terjadi diskriminasi terhadap mereka. Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sarwono Hidayat mengatakan, para PSK dan pengelola lokalisasi merasa ada diskriminasi terhadap profesi mereka. "Kami tidak mengerti maksud mereka merasa didiskriminasi, padahal tidak ada niat pemkab untuk itu," kata Sarwono.
Lebih lanjut, Sarwono Hidayat memaparkan, justru pemerintah selama ini sudah mentolerir kegiatan di lokalisasi kampung Kajang dengan kegiatan selama bertahun-tahun. Namun, katanya, jika mereka para PSK dan pengelola tetap tidak bersedia bernegosiasi dengan pemberian uang pesangon sebesar Rp10 juta, maka langkah selanjutnya adalah menutup total. Pemerintah tidak pernah menerbitkan surat izin, dan menyetujui lokalisasi kampung Kajang. Bahkan telah beberapa kali diberikan surat agar segera menghentikan seluruh aktivitas di sana, namun tetap saja bandel. "Mereka tetap bandel dengan tidak menghiraukan surat pemerintah. Makanya tunggu waktunya kita tutup itu kampung kajang," tegasnya.
Tawaran Rp 10 juta setiap PSK itu sudah terbilang besar dan bisa untuk usaha kecil-kecilan kalau memang ada niat baik untuk meninggalkan kegiatan esek-esek tersebut. Modal Rp 10 juta, cukup lumayan untuk usaha kecil dulu. "Tapi kalau tidak ada niat kan sulit mereka lakukan. Kalau pikirannya hanya mendapatkan uang besar dengan cara menjadi PSK," ucap Sarwono.
Sumber: merdeka.com
Tawaran pemberian uang sebesar Rp 10 juta untuk tiap PSK itu, kata Mugeni, sudah disampaikan saat dilakukan pertemuan dan negosiasi dengan para pengelola dan PSK belum lama ini. "Ini karena memang upaya kita adalah untuk menutup secara permanen lokalisasi itu karena sudah berbaur dekat dengan permukiman penduduk," tegas Mugeni, sembari menambahkan hanya saja, tawaran itu belum diterima mereka dengan alasan terjadi diskriminasi terhadap mereka. Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sarwono Hidayat mengatakan, para PSK dan pengelola lokalisasi merasa ada diskriminasi terhadap profesi mereka. "Kami tidak mengerti maksud mereka merasa didiskriminasi, padahal tidak ada niat pemkab untuk itu," kata Sarwono.
Lebih lanjut, Sarwono Hidayat memaparkan, justru pemerintah selama ini sudah mentolerir kegiatan di lokalisasi kampung Kajang dengan kegiatan selama bertahun-tahun. Namun, katanya, jika mereka para PSK dan pengelola tetap tidak bersedia bernegosiasi dengan pemberian uang pesangon sebesar Rp10 juta, maka langkah selanjutnya adalah menutup total. Pemerintah tidak pernah menerbitkan surat izin, dan menyetujui lokalisasi kampung Kajang. Bahkan telah beberapa kali diberikan surat agar segera menghentikan seluruh aktivitas di sana, namun tetap saja bandel. "Mereka tetap bandel dengan tidak menghiraukan surat pemerintah. Makanya tunggu waktunya kita tutup itu kampung kajang," tegasnya.
Tawaran Rp 10 juta setiap PSK itu sudah terbilang besar dan bisa untuk usaha kecil-kecilan kalau memang ada niat baik untuk meninggalkan kegiatan esek-esek tersebut. Modal Rp 10 juta, cukup lumayan untuk usaha kecil dulu. "Tapi kalau tidak ada niat kan sulit mereka lakukan. Kalau pikirannya hanya mendapatkan uang besar dengan cara menjadi PSK," ucap Sarwono.
Sumber: merdeka.com

0 comments:
Post a Comment