Mumi Beragama Nasrani Ditemukan Di Sudan
Sebuah prasasti berusia 900 tahun ditemukan di sebuah biara di Sudan.
Di dalam prasasti itu, ditemukan beberapa rahasia yang terkuak, di
antaranya adalah adanya tujuh jasad yang jadi mumi secara alami. Seperti yang dilansir oleh LiveScience (17/12), biara yang jadi situs
penemuan ini dulunya terletak di Kota Tua Dongala. Dulu, kota itu
merupakan ibukota sebuah kerajaan besar bernama Makuria yang makmur di
sepanjang lembah Sungai Nil. Makuria sendiri adalah kerajaan Kristen yang berdiri sekitar satu
milenium yang lalu atau sekitar tahun 1000-an masehi. Kala itu, Makuria
menjalin hubungan baik dengan Kekhalifahan Islam yang letaknya berada di
utara. Adapun dalam prasasti itu disebutkan bahwa salah satu mumi merupakan
jasad dari Uskup Agung Georgios, yang diduga merupakan pemuka agama
paling kuat pada masanya di sana. Kesimpulan ini dibuat karena
identitasnya tertulis di batu nisan dengan tanggal kematian 1113 Masehi
dan wafat saat berusia 82 tahun. Selain jasad Uskup Agung Georgios, juga
ditemukan enam jasad lain yang semuanya laki-laki dengan kisaran usia
40 tahunan.
Jasad ini sendiri disebut para peneliti tidak dengan sengaja dimumikan atau dalam artian lain mereka jadi mumi secara alamiah. Hal ini terlihat dari pakaian yang dikenakan semua jasad tersebut yang terlihat sederhana. Dengan adanya temuan ini sendiri para peneliti berhasil menemukan jejak dari sebuah kerajaan yang hilang bernama Makuria. Kerajaan ini diduga pernah ada di sekitar Sudan dan bagian selatan Mesir yang kala itu masih masuk wilayah Islam. "Periode abad ke-8 sampai 12 merupakan masa emas Makuria," kata Artur Obluski, peneliti yang mewakili University of Chicago dan University of Warsaw.
Kala berdiri, Makuria dikenal sangat baik menjaga hubungan dengan Kekhalifahan Fatimiyah yang terletak di utara. Bahkan, kedua kerajaan itu sering melakukan aktivitas perdagangan dan banyak rakyat Makuria yang jadi tentara bayaran Fatimiyah. Sayang, keharmonisan antar agama ini sirna setelah Dinasti Fatimiyah hilang berganti Dinasti Ayyubiyyah. Pada 1171 masehi, Makuria diserang hingga hancur oleh saudaranya dari utara.
Sumber: merdeka.com
Jasad ini sendiri disebut para peneliti tidak dengan sengaja dimumikan atau dalam artian lain mereka jadi mumi secara alamiah. Hal ini terlihat dari pakaian yang dikenakan semua jasad tersebut yang terlihat sederhana. Dengan adanya temuan ini sendiri para peneliti berhasil menemukan jejak dari sebuah kerajaan yang hilang bernama Makuria. Kerajaan ini diduga pernah ada di sekitar Sudan dan bagian selatan Mesir yang kala itu masih masuk wilayah Islam. "Periode abad ke-8 sampai 12 merupakan masa emas Makuria," kata Artur Obluski, peneliti yang mewakili University of Chicago dan University of Warsaw.
Kala berdiri, Makuria dikenal sangat baik menjaga hubungan dengan Kekhalifahan Fatimiyah yang terletak di utara. Bahkan, kedua kerajaan itu sering melakukan aktivitas perdagangan dan banyak rakyat Makuria yang jadi tentara bayaran Fatimiyah. Sayang, keharmonisan antar agama ini sirna setelah Dinasti Fatimiyah hilang berganti Dinasti Ayyubiyyah. Pada 1171 masehi, Makuria diserang hingga hancur oleh saudaranya dari utara.
Sumber: merdeka.com

Good info
ReplyDelete