Pengguna Instagram Keluhkan Followers Berkurang Drastis

Pengguna Instagram mendadak panik setelah jumlah pengikut (followers) mereka turun drastis dalam waktu singkat. Fenomena yang dijuluki warganet sebagai “The Great Purge of 2026” ini ramai dibahas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Tidak hanya sederet selebriti dunia dan influencer lokal/luar negeri, akun milik perorangan biasa juga ikut terdampak hal ini. Di jajaran artis, sebut saja Kylie Jenner, Cristiano Ronaldo, Taylor Swift, hingga Lionel Messi disebut kehilangan jutaan follower hanya dalam hitungan jam.


Di Indonesia sendiri, sejumlah influencer lokal juga mulai mengeluhkan hal serupa di X. Jumlah pengurangannya beragam, dari mulai belasan, puluhan, sampai ribuan akun. Tidak hanya influencer, akun perorangan juga terkena dampak. Salah satunya akun dengan handle @Nabiiluv. Ia mengeluhkan jumlah followers yang tiba-tiba turun. Pengguna lain dengan handle @ksjsboo mengatakan hal serupa. Ia mengeluhkan jumlah followers yang tiba-tiba turun sebanyak 30 pengguna. Bahkan pengguna dengan handle @Dadikwahyuutero mengatakan bahwa jumlah followers-nya turun hingga 300 akun dan jumlah akun yang ia ikuti juga turun sebanyak 50. 

Banyak yang mengira Instagram sedang error atau terkena bug algoritma. Namun ternyata, penurunan ini bukan kesalahan sistem.

Meta "bersih-bersih" 

Meta selaku induk Instagram mengatakan bahwa fenomena tersebut merupakan bagian dari proses rutin pembersihan akun tidak aktif dan akun bot di platform mereka. “Sebagai bagian dari proses rutin kami untuk menghapus akun tidak aktif, beberapa akun Instagram mungkin melihat adanya perubahan pada jumlah pengikut mereka,” kata juru bicara Meta sebagaimana dikutip KompasTekno dari Financial Express. Meta menegaskan bahwa follower aktif tidak terdampak dalam proses bersih-bersih ini.

Perusahaan yang bermarkas di Menlo Park, California ini juga menyebut akun yang sebelumnya sempat ditangguhkan tetapi berhasil dipulihkan akan kembali dihitung setelah proses verifikasi selesai. KompasTekno juga sudah mencoba menghubungi pihak Meta di Indonesia. Jawaban yang diberikan juga serupa. 

Sumber: kompas.com

0 comments:

Post a Comment